Ayo Nonton Bareng Film Horas Amang

oleh -150 views

Sinarnews – Film yang mengangkat budaya daerah Batak, Horas Amang, akan tayang di Bioskop Indonesia pada 26 September 2019.

HP Panggabean, SH, M.hum Mantan Hakim Agung yang juga adalah Ketua Kerabat menilai film ini sangat layak ditonton oleh generasi muda, dimana film ini mengajarkan tentang pasangaphon natua tua (Menghormati orang tua).

Nikolas sinar naibaho ( Ketua Dewan Mangaraja LABB Bidang Adat dan Budaya ) , mengajak masyarakat batak … untuk menonton film ini sebagai dukungan terhadap kreatifitas film yang bertemakan Batak .

Film Horas Amang bercerita tentang perjuangan seorang ayah untuk mendidik kembali 3 anaknya yang merantau ke kota besar dan kehilangan jati diri sebagai orang Batak.

Berikut ini sinopsis film Horas Amang:

Film Horas Amang bercerita tentang sebuah keluarga dengan hubungan yang tidak harmonis.

Tiga anaknya memilih untuk pergi ke kota besar.

Semenjak saat itu, sang Ayah (Amang) merasa ketiga anaknya itu tumbuh semakin tidak berbakti. Karena cinta yang besar kepada anak-anaknya maka sang Ayah (Amang) menggunakan cara yang tidak biasa untuk mengubah hidup mereka selamanya.

Sang Amang lantas mendidik anaknya. Jangan sampai sudah hidup di kota besar terus lupa dengan sopan santun adat istiadat dan tugas.

Amang lantas berusaha keras mendidik dan mengingatkan anak-anaknya. Akankah didikan Amang berhasil?

Film ini rata – rata dibintangi oleh artis – artis batak yaitu seperti Cok Simbara, Piet Pagau, Novita Dewi, Tanta Ginting, dan Jack Marpaung itu dijadwalkan akan mulai dipertontonkan di Bioskop Indonesia pada 26 September 2019.

Cerita Horas Amang merupakan film yang diadaptasi dari sebuah naskah teater Horas Amang tahun 2016.

Film itu masih akan berkisah tentang seorang ayah, yang dalam budaya Batak disebut amang, yang merasa sedih karena ketiga anaknya tak lagi mengenal budaya Batak.

Produser film Horas Amang, Jufriaman Saragih, mengatakan bahwa film itu memang akan kental dengan budaya Batak. Bahkan, para pemeran utamanya juga benar-benar berdarah Batak.

“Om Cok Simbara sebagai Amang. Yang membedakan film ini dengan film Batak lainnya, ini kami menggunakan pemeran yang memang orang Batak.”

“Banyak film yang (para pemainnya) bukan otang Batak, jadi logatnya dibikin-bikin. Jadi, di sini dialegnya tidak dibikin-bikin, natural,” ujar Jufri dalam jumpa pers film Horas Amang.

Selain itu, film yang disutradarai oleh Irham Acho dan Steve Wantania tersebut akan pula menggunakan lagu latar berbahasa Batak.

“Kami menggunakan soundtrack ‘Anakku Naburju’. Ada juga beberapa lagu asli Batak, dengan musik gondang. Kami akan menjaga betul-betul khas Bataknya,” ucap Steve Wantania.

Jufriaman Saragih menambahkan bahwa film yang diangkat dari naskah milik Ibas Aragi itu diharapkan akan mampu mengajak generasi muda untuk kembali kepada keluarga dan budaya.

“Melalui film ini akan bangkit generasi yang cinta keluarga, menghargai dan menyayangi orangtua. Back to family, kembali kepada budaya yang diajarkan orangtua,” kata Jufri.

Shooting film Horas Amang dimulai di Danau Toba dan Pulau Samosir, Sumatera Utara, pada 3 Februari 2019.

“Film ini tentang ayah yang mendidik anaknya. Jangan sampai sudah hidup di kota besar terus lupa sama sopan santun adat istiadat dan tugas, Amang itu untuk mengingatkan itu ke anak-anaknya,” kata Cok Simbara dalam jumpa pers film Horas Amang di kawasan Kembangan Jakarta Barat, Kamis (31/1/2019).

Meski kental nuansa Batak, ia menuturkan film tersebut bukan hanya ditujukan untuk orang Batak.

Facebook Comments